SEJARAH ASWAJA BAB I

Di saat Nabi Muhammad saw.  masih hidup, semua umat Islam bersatu. Pada masa itu, tidak ada satu pun perbedaan pendapat yang berdampak pada perselisihan, apalagi perbedaan yang menyulut api permusuhan atau menyeret pada jurang perpecahan. Persatuan ini dapat bertahan dan berlangsung cukup lama hingga era kekhalifahan Sayyidina Utsman bin Affan ra.

Perselisihan yang ditengarai oleh perbedaan mulai tercipta sejak masa-masa akhir kekhalifahan Utsman bin Affan ra. Saat umat Islam terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah golongan yang memiliki pandangan bahwa Khalifah Utsman bin Affan ra. dibaiat oleh umat Islam dan pemerintahannya adalah pemerintahan yang sah secara hukum. Sedangkan kelompok kedua berpendapat bahwa pemerintahan Utsman bin Affan ra. adalah pemerintahan yang sah secara hukum namun terdapat suatu hal yang meruntuhkan legalitas pemerintahannya.

Baca Juga :

Penyebabnya adalah kelompok kedua ini mengajukan permohonan dan melancarkan aksi provokasi agar Khalifah Utsman bin Affan ra. mundur dari jabatannya sebagai khalifah. Namun Khalifah Utsman bin Affan ra. tetap teguh pada prinsipnya. Merasa permohonannya tidak diindahkan, kelompok kedua ini pun merencanakan langkah kudeta dan aksi pembunuhan terhadap sang khalifah. Akhirnya, dalam sebuah tragedi pengepungan, Khalifah Utsman bin Affan ra. terbunuh di tangan kelompok pemberontak tersebut.

Pasca wafatnya Sayyidina Utsman bin Affan ra, persatuan umat Islam kembali terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah golongan yang membaiat Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. sebagai khalifah menggantikan posisi Sayyidina Utsman bin Affan ra. Sementara kelompok kedua adalah golongan oposisi yang menolak pembaiatan tersebut.

Dari golongan yang membaiat Sayyidina Ali ra. ada sekelompok orang yang akhirnya menyatakan keluar dan tidak lagi taat kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. Kelompok inilah yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Khawarij. Kelompok Khawarij sendiri selanjutnya terpecah menjadi beberapa golongan.

Berbeda dengan kelompok Khawarij yang menyatakan diri untuk keluar dan tidak taat kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib ra., muncullah kelompok fanatik buta dalam mendukung kepemimpinan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. Kelompok ini berpendapat bahwa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ra. sah sesuai dengan wasiat Rasulullah saw. Menurut mereka, kekhalifahan tidak boleh keluar dari jalur keturunan Rasulullah saw. Sehingga bagi siapa pun yang berusaha merebutnya, maka ia termasuk orang yang zalim. Munculnya kelompok fanatik kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. ini kemudian dikenal dengan sebutan kelompok Syiah. Dan mulanya, kelompok Syiah hanya terbagi menjadi lima golongan, yakni Itsna ‘Asyariyah, Imamiyah, Zaidiyah, ‘Alah, dan Ismailiyah. Namun pada perkembangannya, lima golongan Syiah ini terpecah lagi menjadi beberapa golongan.

Terlepas dari pertikaian antara kelompok Khawarij dan Syiah, ada kelompok yang senantiasa teguh dan konsisten mengikuti jalan salafus salih dari para Sahabat dan Tabiin. Selanjutnya kelompok inilah yang menjadi golongan mayoritas umat Islam di seluruh dunia dan dikenal dengan sebutan kelompok Ahlussunnah wal Jama’ah atau sering juga disebut dengan istilah Sunni.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.